1 Tingkat Molekul. Molekul adalah partikel penyusun makhluk hidup yang dibangun oleh atom. Umumnya tubuh suatu organisme mengandung molekul yang tersusun dari atom karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N). Organisasi kehidupan pada tingkat molekuler mempelajari berbagai makromolekul seperti karbohidrat, protein, lipid, dan asam Question4. SURVEY. 60 seconds. Q. Jika seseorang ingin menjadi ahli kanker, maka cabang biologi yang harus dipelajari yaitu answer choices. Ornitologi. Onkologi. Parasitologi. 1 Tingkatan Organisasi Kehidupan: Molekul Tingkat organisasi kehidupan yang paling kecil adalah molekul. Organisasi tingkat molekul ialah organisasi kehidupan pada tingkat paling rendah sebab materi penyusunnya hanya terdiri atas asam nukleat, yaitu Asam Deoksi Ribonukleat (ADN) atau Asam Ribonukleat (ARN) & protein, seperti virus. Fast Money. Dipublish tanggal Jan 12, 2019 Update terakhir Nov 5, 2020 Tinjau pada Feb 28, 2019 Waktu baca 3 menit Kanker Kulit Topik bahasan kita kali ini masih seputar masalah kesehatan khususnya penyakit mematikan yang tentunya ditakutkan dan tidak diharapkan kehadirannya oleh setiap individu manusia yang ada di seluruh dunia. Ya, bahasan kita kali ini akan berkaitan dengan penyakit kanker kulit. Kanker kulit merupakan salah satu penyakit kanker yang sekarang cukup populer dan banyak menyerang para individu manusia belakangan ini. Untuk itu di kesempatan kali ini, kita akan memberikan penjelasan mengenai seputar kanker kulit. Kanker Kulit dan Serba Serbinya Kanker kulit ialah salah satu jenis dari penyakit kanker yang menyerang bagian kulit individu manusia dimana terdapat kelainan kulit atau perkembangbiakan atau pertumbuhan kulit yang tidak normal dan tidak dapat dikendalikan oleh tubuh. Kelainan atau sifat tidak normal pada penyakit kanker ini dikarenakan adanya kerusakan pada mutasi DNA yang ada pada sel kulit sehingga membuat sel bertumbuh menjadi lebih cepat dari normalnya, usia sel berubah menjadi lebih panjang dan sel pun kehilangan sifat dasarnya sehingga memicu terjadinya kerusakan dan mutasi DNA dan menyebabkan cacat genetik dan pada akhirnya mengakibatkan sel sel pada kulit berubah dan membentuk tumor ganas. Area yang biasanya terkena kanker kulit ialah area yang sering terkena sinar matahari secara langsung. Kanker kulit dapat dikategorikan menjadi 2 jenis kategori yaitu kanker kulit melanoma dan kanker kulit non melanoma. Melanoma ialah kanker kulit yang terjadi pada area melanosit atau area dimana sel sel menghasilkan pigmen kulit. Kanker kulit melanoma dapat terjadi dan tumbuh di area kulit manapun di dalam tubuh manusia bahkan di tahi lalat sekalipun. Terdapat beberapa gejala dan ciri ciri bila seseorang mengidap kanker kulit melanoma yaitu munculnya bercak atau noda di area kulit berwarna kecoklatan, tahi lalat yang tadinya rata menjadi membesar, berubah warna dan ukurannya serta kadang mengeluarkan darah dan juga memiliki pinggiran yang tidak teratur, terdapat beberapa tempat di area kulit berwarna kebiruan atau kehitaman, telapak tangan, telapak kaki, jari tangan, jari kaki yang menggelap, terdapat pula selaput lendir yang melapisi hidung, anus, mulut dan area vagina. Kanker kulit jenis melanoma ini memang merupakan kanker yang jarang terjadi namun bila sampai terjadi maka akan sangat berbahaya. Kanker kulit Non melanoma ialah jenis kanker kulit kedua dimana kanker kulit ini berbanding terbalik dengan kanker kulit melanoma karena terjadi pada jaringan kulit selain melanosit. Kanker kulit non melanoma terbagi menjadi 2 jenis kategori yaitu kanker kulit karsinoma sel basal dan kanker kulit karsinoma sel skuamosa. Kanker kulit karsinoma sel basal atau BCC atau Basal Cell Carcinoma ialah kanker kulit yang terjadi di bagian bawah epidermis kulit manusia dan merupakan kanker kulit terbanyak yang diderita oleh manusia. Umumnya daerah yang terkena kanker ini biasanya daerah yang terkena langsung oleh paparan sinar matahari seperti leher dan wajah. Kanker ini biasanya ditandai dengan adanya benjolan yang bersinar dan lengket seperti bekas luka dan kulit berubah warna menjadi kecoklatan atau kehitaman. Sedangkan kanker kulit karsinoma sel skuamosa atau SCC atau Squamos Cell Carcinoma ialah kanker kulit yang terjadi di bagian atas epidermis. Sama seperti kanker sel basal, kanker jenis ini juga termasuk kanker yang banyak terjadi akibat adanya paparan sinar matahari secara langsung. Umumnya kanker jenis ini juga ditandai dengan munculnya nodul merah yang padat dengan kulit berubah menjadi bersisik dan pecah pecah. Kanker kulit yang kebanyakan terjadi karena paparan sinar matahari langsung bisa merusak kulit karena paparan sinar matahari biasanya mengandung sinar Ultraviolet seperti UVA dan UVB yang memang mampu merusak berbagai jaringan kulit manusia. Selain itu kegiatan seperti tanning dengan tujuan menggelapkan warna kulit yang memakai sinar ultraviolet buatan juga dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker kulit. Oleh karena itu butuh diingat untuk selalu mengoleskan tabir surya atau sunblock sebelum berpergian keluar rumah. Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat Kanker kulit adalah jenis kanker yang tumbuh di jaringan kulit. Kondisi ini ditandai dengan perubahan pada kulit, seperti munculnya benjolan, bercak, atau tahi lalat dengan bentuk dan ukuran yang tidak normal. Kanker kulit diduga kuat disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet dari matahari. Sinar UV ini dapat menyebabkan rusaknya sel pada kulit, hingga menimbulkan kanker kulit. Ada tiga jenis kanker kulit yang paling sering terjadi, yaitu Karsinoma sel basal, yaitu kanker kulit yang berasal dari sel di bagian terdalam dari lapisan kulit terluar epidermis Karsinoma sel skuamosa, yaitu kanker kulit yang berasal dari sel di bagian tengah dan terluar dari epidermis Melanoma, yaitu kanker kulit yang berasal dari sel penghasil pigmen kulit melanosit Kanker melanoma lebih jarang terjadi dibandingkan karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa, tetapi lebih berbahaya. Penyebab Kanker Kulit Kanker kulit disebabkan oleh perubahan mutasi genetik pada sel kulit. Penyebab perubahan itu sendiri belum diketahui secara pasti, tetapi diduga akibat paparan sinar matahari yang berlebihan. Sinar ultraviolet dari matahari dapat merusak kulit dan memicu pertumbuhan yang tidak normal pada sel kulit. Kondisi ini berpotensi berkembang menjadi kanker. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kulit, yaitu Faktor internal Berikut faktor internal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kanker kulit Riwayat kanker kulit Seseorang yang pernah menderita kanker kulit berisiko tinggi terkena kanker kulit kembali. Risiko kanker kulit juga akan meningkat jika memiliki anggota keluarga dengan riwayat kanker kulit. Kulit putih Kanker kulit dapat menyerang siapa saja, terlepas dari warna kulitnya. Namun, orang berkulit putih memiliki jumlah melanin yang lebih sedikit sehingga perlindungan terhadap sinar ultraviolet lebih lemah. Tahi lalat Seseorang yang memiliki banyak tahi lalatatau tahi lalat dengan ukuran yang besar lebih berisiko terkena kanker kulit. Sistem kekebalan tubuh lemah Orang dengan daya tahan tubuh lemah berisiko tinggi terkena kanker kulit, misalnya penderita HIV/AIDS dan orang yang mengonsumsi obat imunosupresif. Solar keratosis Paparan sinar matahari bisa menimbulkan bercak kasar dan bersisik dengan warna yang bervariasi di wajah atau tangan. Kondisi ini dinamakan solar keratosis. Solar keratosis merupakan kondisi prakanker dan sangat berisiko berubah menjadi kanker. Faktor eksternal Beberapa faktor eksternal yang dapat menyebabkan terjadinya kanker kulit adalah Paparan sinar matahari Orang yang sering terpapar sinar matahari, terutama yang tidak memakai tabir surya, lebih berisiko terkena kanker kulit. Kondisi ini rentan dialami oleh orang yang tinggal di daerah beriklim tropis atau dataran tinggi. Paparan radiasi Penderita eksim atopik atau jerawat yang menjalani terapi pengobatan dengan terapi radiasi radioterapi berisiko tinggi terkena kanker kulit, terutama karsinoma sel basal. Paparan bahan kimia Ada banyak bahan kimia yang diduga dapat menyebabkan kanker karsinogenik, salah satunya adalah arsenik. Gejala Kanker Kulit Gejala atau tanda kanker kulit umumnya muncul pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti kulit kepala, wajah, telinga, leher, lengan, atau tungkai. Akan tetapi, kanker kulit juga dapat terjadi di bagian tubuh yang jarang terkena sinar matahari, seperti telapak tangan, kaki, atau bahkan area kelamin. Berikut ini adalah gejala kanker kulit berdasarkan jenisnya Karsinoma sel basal Karsinoma sel basal ditandai dengan benjolan lunak dan mengkilat di permukaan kulit, atau lesi berbentuk datar yang berwarna gelap atau cokelat kemerahan seperti daging. Karsinoma sel skuamosa Karsinoma sel skuamosa ditandai dengan benjolan merah keras pada kulit, atau lesi yang berbentuk datar dan bersisik seperti kerak. Lesi dapat terasa gatal, berdarah, hingga menjadi kerak. Kanker kulit melanoma Kanker kulit melanoma ditandai dengan bercak atau benjolan berwarna cokelat. Melanoma memang menyerupai tahi lalat biasa, tetapi bentuknya lebih tidak beraturan. Metode ABCDE bisa digunakan untuk membedakan tahi lalat biasa dengan melanoma. Metode tersebut meliputi Asimetris sebagian besar melanoma memiliki bentuk yang tidak asimetris Border tepi melanoma cenderung tidak beraturan Color warna melanoma lebih dari satu Diameter ukuran melanoma lebih dari 6 mm Evolution terjadi perubahan bentuk, warna, atau ukuran tahi lalat Dari kelima faktor tersebut, evolusi merupakan tanda terpenting dari melanoma. Kapan harus ke dokter Segera periksakan diri ke dokter jika muncul kelainan atau perubahan pada kulit, seperti munculnya benjolan, bisul, perubahan warna kulit, tahi lalat yang tiba-tiba membesar atau berubah bentuk, serta luka di kulit yang sulit sembuh. Dokter akan memeriksa dan menentukan penyebab perubahan yang terjadi pada kulit Anda. Perlu diketahui bahwa tidak semua perubahan pada kulit disebabkan oleh kanker kulit. Namun, pemeriksaan atau skrining kanker kulit perlu dilakukan untuk mendeteksi kanker sejak dini, guna mencegah kanker berkembang hingga tingkat lanjut. Diagnosis Kanker Kulit Dalam mendiagnosis kanker kulit, dokter akan melakukan pemeriksaan kulit untuk melihat kelainan yang terjadi. Pemeriksaan dilakukan terhadap bentuk, ukuran, warna, hingga tekstur kulit. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menentukan apakah perubahan tersebut disebabkan oleh kanker atau penyakit lain. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan biopsi kulit. Biopsi dilakukan dengan mengangkat sampel jaringan kulit, kemudian diperiksa di laboratorium. Bila kelainan kulit disebabkan oleh kanker, dokter akan menentukan tingkat keparahan atau stadium kanker kulit yang dialami pasien. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lain, seperti CT scan, MRI, atau biopsi kelenjar getah bening, untuk melihat penyebaran sel kanker. Berikut ini adalah stadium dari kanker kulit Stadium 0 Sel kanker masih berada di tempat yang sama dan belum menyebar ke luar epidermis atau lapisan kulit terluar. Stadium 1 Kanker telah menyebar ke lapisan kulit di bawah epidermis atau disebut dermis, tetapi ukurannya tidak lebih dari 2 cm. Stadium 2 Kanker belum menyebar ke jaringan lain, tetapi ukurannya makin membesar hingga lebih dari 2 cm. Stadium 3 Kanker telah menyebar ke jaringan lain di sekitarnya, misalnya tulang, dan berukuran lebih dari 3 cm. Stadium 4 Kanker telah menyebar ke jaringan lain yang jauh dari tempat asal kanker, seperti kelenjar getah bening, dan ukurannya lebih dari 3 cm. Pengobatan Kanker Kulit Pengobatan kanker kulit tergantung pada jenis, lokasi, dan stadium kanker kulit. Ada beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan, yaitu Krim untuk kanker kulit Pemberian krim dilakukan untuk mengobati kanker stadium awal yang hanya menyerang lapisan atas kulit. Krioterapi Krioterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker pada stadium awal dengan menggunakan nitrogen cair. Operasi Operasi dilakukan dengan mengangkat jaringan kanker dan bagian kulit sehat di sekitarnya. Operasi juga dapat dilakukan dengan mengangkat tumor yang tumbuh di tiap lapisan kulit dan memeriksa tiap lapisan di bawah mikroskop hingga tidak ada lagi sel kanker yang tersisa operasi Mohs. Kuretase Kuretase dilakukan dengan mengangkat jaringan kanker menggunakan alat khusus yang disebut kuret. Selanjutnya, sel kanker yang tersisa akan dibakar dengan jarum listrik kauterisasi. Radioterapi Radioterapi adalah penggunaan radiasi untuk membunuh sel kanker. Pengobatan ini digunakan ketika operasi tidak dapat dilakukan atau penyebaran sel-sel kanker telah meluas. Kemoterapi Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan dalam bentuk minum atau suntik untuk membunuh sel kanker. Terapi biologis Terapi biologis dilakukan dengan memberikan obat atau zat yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Komplikasi Kanker Kulit Tiap penderita kanker kulit berisiko mengalami kekambuhan. Kanker kulit berulang ini dapat terjadi di area tubuh yang sama atau jaringan sekitarnya. Kanker kulit juga dapat terjadi di bagian tubuh lain. Kondisi ini terjadi ketika sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain metastasis. Kanker kulit secara langsung dapat memengaruhi penampilan, terutama jika muncul di bagian yang tidak tertutup pakaian. Kondisi ini dapat memicu kecemasan dan depresi pada penderitanya. Pencegahan Kanker Kulit Cara terbaik untuk mencegah kanker kulit adalah melindungi kulit dari paparan sinar matahari atau sumber sinar ultraviolet UV yang lain, seperti alat penggelap tanning kulit. Upaya yang dapat dilakukan antara lain Hindari sinar matahari pada siang hari, karena paparan terkuat sinar UV dari matahari berlangsung pada jam 10 pagi hingga 4 sore. Gunakan tabir surya secara rutin, untuk mencegah penyerapan sinar UV ke dalam kulit dan mengurangi risiko kerusakan kulit akibat sinar matahari. Kenakan pakaian yang menutupi tubuh, seperti baju lengan panjang dan celana panjang, untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Gunakan pula topi dan kacamata hitam saat keluar rumah, untuk memberikan perlindungan lebih terhadap kepala dan mata dari radiasi sinar matahari. Hindari penggunaan tanning bed, yaitu alat untuk menggelapkan kulit, karena dapat memancarkan radiasi ultraviolet yang berbahaya bagi kulit. Hati-hati saat menggunakan obat yang menyebabkan efek samping pada kulit, seperti antibiotik. Agar aman, konsultasikan kepada dokter terlebih dulu. Lakukan pemeriksaan kulit secara rutin dan segera konsultasikan kepada dokter jika Anda mencurigai adanya perubahan atau kelainan pada kulit. Kanker jenis ini biasanya muncul di area tubuh yang terpapar sinar matahari seperti leher atau wajah. Karsinoma sel basal umumnya muncul dengan ditandai gejala seperti Benjolan dengan tampilan seperti lilin agak mengilap. Lesi yang rata berwarna seperti daging atau cokelat seperti bekas luka. Luka perdarahan atau keropeng yang kambuhan. 2. Melanoma maligna Melanoma maligna ermasuk jenis kanker yang bisa berkembang di bagian tubuh mana pun termasuk pada tahi lalat. Untuk lebih mudah mengenalinya, berikut berbagai tanda dan gejala melanoma maligna Bintik kecokelatan besar dengan bintik-bintik lebih gelap. Tahi lalat yang berubah warna atau ukuran. Lesi kecil dengan batas tidak beraturan serta ada bagian yang tampak merah, merah muda, putih, biru atau biru-hitam. Lesi menyakitkan yang gatal atau terbakar. Lesi gelap pada telapak tangan, telapak kaki, ujung jari tangan atau kaki, selaput lendir yang melapisi mulut, hidung, vagina atau anus. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda. Kapan harus periksa ke dokter? Buatlah janji dengan dokter jika Anda menyadari adanya perubahan di kulit yang terlihat mengkhawatirkan. Tenang saja, tidak semua perubahan di kulit disebabkan oleh kanker. Namun, tentu saja Anda perlu memeriksakannya untuk mengetahui kondisi jelasnya. Dokter akan menyelidiki perubahan pada kulit Anda untuk menentukan penyebabnya. Penyebab kanker kulit Radiasi sinar matahari dan kesalahan mutasi pada DNA sel diduga kuat menjadi penyebab kanker kulit. Mutasi menyebabkan sel tumbuh di luar kendali hingga membentuk massa sel kanker. Sel kanker yang tumbuh di lapisan kulit ini umumnya disebabkan oleh paparan berlebih sinar ultraviolet UV. Radiasi sinar UV bisa merusak sel kulit hingga membuatnya justru menjadi cikal bakal kanker. Namun, di samping itu, tidak diketahui secara pasti mengapa sel kanker juga bisa menyerang area yang tertutup. Faktor risiko kanker kulit Pada dasarnya, siapa saja bisa mengalami kondisi ini. Akan tetapi, menurut Centers for Disease Control and Prevention, ada banyak faktor atau kondisi yang mungkin dapat meningkatkan risiko Anda mengalami salah satu jenis kanker yang satu ini, di antaranya adalah Warna kulit yang tergolong cerah. Area kulit yang terbakar, bintik-bintik tipis pada kulit, kulit mudah memerah, atau terasa sakit saat terpapar sinar matahari. Tahi lalat dengan jenis tertentu atau dalam jumlah banyak. Riwayat yang berhubungan dengan kanker kulit. Riwayat kesehatan pribadi yang berkaitan dengan kanker ini. Pertambahan usia. Apabila Anda tidak yakin dengan faktor risiko yang dimiliki, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter. Setidaknya, dokter akan membantu Anda memahami kondisi kesehatan kulit dan membantu untuk menurunkan faktor risiko yang ada. Diagnosis kanker kulit Untuk mendiagnosis kanker ini, dokter biasanya akan memeriksa tampilan luarnya. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga, terutama yang pernah mengalami penyakit serupa. Setelah itu, dokter akan melakukan berbagai tes lanjutan untuk mengonfirmasi diagnosis tersebut. Jika dokter mencurigai bahwa perubahan pada kulit adalah kanker, ia akan melakukan tes biopsi. Tes ini dilakukan dengan mengambil kulit yang tampak mencurigakan untuk diuji di laboratorium. Biopsi dapat menentukan apakah Anda memiliki kanker kulit atau tidak sekaligus mengetahui jenisnya. Pengobatan untuk kanker kulit Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter bedah onkologi Anda. Pada dasarnya kanker kulit diobati sesuai dengan jenis dan tingkat keparahannya. Biasanya dokter akan melakukan kombinasi beberapa perawatan untuk membantu menyembuhkan penyakit ini. Adapun berbagai prosedur pengobatan kanker kulit yang biasanya dilakukan adalah seperti di bawah ini. 1. Operasi eksisi Prosedur ini biasanya direkomendasikan untuk semua jenis kanker kulit. Biasanya dokter bedah onkologi akan memotong jaringan kanker dan sebagian kulit sehat di sekitarnya. 2. Terapi radiasi Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar energi berdaya tinggi seperti sinar X. Tujuannya yaitu untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi umumnya direkomendasikan ketika kanker tidak bisa sepenuhnya hilang selama operasi. 3. Terapi target Terapi target adalah terapi yang khusus ditujukan untuk mencegah sel kanker berkembang ataupun menyebar. Silahkan menghubungi dokter bedah onkologi Anda untuk informasi lebih lanjut mengenai terapi target ini. Perawatan rumahan untuk kanker kulit Selain menjalani berbagai jenis pengobatan yang bisa membantu Anda untuk sembuh dari penyakit ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan. Biasanya, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan perubahan terhadap gaya hidup yang dianut. Beberapa hal di antaranya adalah sebagai berikut. Menggunakan tabir surya saat keluar rumah. Menggunakan pakaian tertutup ketika keluar rumah plus topi dan kacamata hitam. Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh. Memastikan istirahat cukup untuk memulihkan kondisi tubuh. Menjauhi pikiran dari stres agar kondisi tubuh tidak menurun. Bagaimana cara mencegah kanker ini? Ada beberapa yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kulit, yaitu Gunakan pakaian tertutup saat berkegiatan di luar ruangan termasuk topi. Pakai kacamata hitam yang dilengkapi dengan perlindungan sinar UV. Tidak sering-sering berjemur untuk menggelapkan warna kulit tanning. Periksakan diri secara teratur ke dokter, terutama jika memiliki berbagai faktor risiko kanker. Kulit adalah area terluar dan pelindung tubuh. Maka, selalu jagalah kesehatannya agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat membahayakan Anda. Salah satu cara yang ampuh sebagai bentuk pencegahan adalah dengan mengoleskan tabir surya setiap kali akan pergi ke luar rumah. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik yang sesuai dengan kondisi kesehatan.

untuk mengobati kanker kulit tingkat organisasi kehidupan yang dipelajari adalah