TariKipas Pakarena adalah salah satu ekspresi kesenian tari masyarakat Gowa yang sering dipentaskan untuk mempromosi pariwisata Sulawesi Selatan. Dalam bahasa setempat, “pakarena” berasal dari kata “karena” yang memiliki arti “main”. Tarian ini sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Gowa yang merupakan bekas Kerajaan Gowa.
Pendapmerupakan salah satu makanan khas yang dikenal hampir sebagian besar masyarakat tiap kabupaten di Provinsi Bengkulu, apalagi jenis makanan ini pernah menjadi tema salah satu lagu yang dirilis dalam album lagu daerah Bengkulu sekitar tahun 1990-an. Menurut pengusaha pendap di Kelurahan Pasar Bengkulu, Fatmawati yang dikutip dalam
PengertianTari kecak adalah salah satu jenis kesenian tradisional dari Bali yang diciptakan pada kisaran tahun 1930 oleh seorang penari sekaligus seniman dari Bali yakni Wayan Limbak. Selain antusias masyarakat Bali terhadap seni garapan Wayan Limbak ternyata para wisatawan yang berkunjung ke Bali juga sangat tertarik dalam menyaksikan sebuah
Fast Money. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Banyuwangi telah dikenal sebagai kota yang mempunyai sejuta pesona alamnya yang sangat indah. Alam banyuwangi menyimpan sejarah yang luar biasa yang belum pernah terjadi di daerah manapun. Sejarah yang sangat kental dengan akulturasi budaya menyimpan kemagisan yang hingga saat ini masih menjadi misteri. Budaya yang tidak lepas dari sejarah banyuwangi menciptakan budaya-budaya yang menjadi tradisi hingga saat ini. Budaya yang dilestarikan turun-temurun membuat kota banyuwangi menjadi kota yang dikenal sebagai kota yang menyimpan kemagisan adalah tarian khas suku dari Suku Osing, Banyuwangi yang merupakan salah satu tradisi yang sudah cukup tua sehingga sangat sulit diacak asal usul dimulainya. Menurut catatan sejarahnya, penari Seblang pertama yang diketahui bernama Semi dan juga merupakan pelopor tari Gandrung pertama. Namun beliau talah tutup usia pada tahun 1973. Masyarakat Osing sebagai suku asli Kabupaten Banyuwangi mempercayai Seblang merupakan singkatan dari "Sebele Ilang" atau "sialnya hilang". Tradisi tarian seblang ini dilakukan oleh penari wanita yang dipilih secara supranatural oleh dukun setempat yang biasanya memilih dari keturunan penari seblang sebelumnya. Tarian seblang yang ada di kota Banyuwangi khususnya masyarakat suku Osing merupakan bentuk budaya tradisional yang dipercaya untuk menjadi penolak barang masyarakat suku Osing percaya bahwa jika tidak melaksanakan upacara seblang ini maka akan mendapatkan musibah pada daerah yang mereka tinggali sekitar tahun 1960-an adat seblang ini sempat ditinggalkan dengan alasan keamanan karena mengakibatkan sejumlah warga kesurupan tanpa adanya alasan yang jelas. Namun kemudian setelah dilakukan ritual upacara warga yang kesurupan tadi meminta untuk diadakan tradisi seblang sehingga sejak saat itu tradisi seblang terus dilestarikan hingga saat seblang Banyuwangi biasanya ditarikan pada dua tempat dan memiliki perbedaan yang cukup terlihat yaitu di daerah Olehsari dan Bakungan. Dua daerah ini memiliki keunikan sendiri dalam melakukan ritual tarian seblang. Hal yang membedakan tarian tersebut adalah waktu pelaksanannya dan penarinya. Tarian seblang yang dilakukan di desa olehsari ditarikan oleh penari wanita muda yang belum akhil baliq dan dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut setelah hari raya Idul Fitri. Sedangkan di Desa Bakungan ritual Tari seblang dilaksanakan satu minggu setelah hari raya Idul Adha dan dibawakan oleh penari wanita yang usianya 50 tahun ke atas yang telah mati haid atau menopause dan dilakukan semalam Suntuk di balai desa bakungan. Alat musik yang digunakan oleh tarian seblang dari kedua dea ini juga berbeda. Alat musik yang mengiringi tarian seblang di desa bakungan hanya terdiri dari satu buah gendang satu buah Gong dan dua buah Saron sedangkan di desa oleh Sari ditambah dengan biola sebagai penambah efek musikal. Tidak hanya itu dari segi busana pun, tarian seblang di desa olehsari dan desa bakungan memiliki perbedaan yang terletak pada omprok atau mahkotanya. Omprok yang dipakai oleh penari seblang di desa Olehsari terbuat dari pelepah pisang yang disuwir-suwir hingga menutupi sebagian wajah penari di bagian atasnya diberi bunga-bunga segar yang biasanya diambil dari kebun atau area sekitar pemakaman dan ditambah dengan sebuah kaca kecil yang ditaruh di bagian tengah omprok sedangkan omprok yang digunakan oleh penari seblang di desa Bakungan sangat menyerupai omprok yang dipakai dalam pertunjukan gandrung hanya saja bahan yang dipakai terbuat dari pelepah pisang dan dihiasi bunga-bunga segar meski tidak banyak seperti penari seblang di Desa merupakan ritual upacara yang dilakukan untuk bersih desa dengan tujuan menolak bala. Seblang sendiri sangat dikenal dengan pementasan kesenian sakral yang berbau mistis/magis. Prosesi ritual seblang digelar di tengah Desa Olehsari yang diawali oleh seorang pawang sekaligus tokoh adat setempat yang membawa penari seblang ke panggung untuk memasang mahkota khusus yang disebut omprok. Kemudian mata sang penari seblang ditutup oleh ibu-ibu yang berada di belakangnya sambil memegang nampan bambu yang disebut tampah. Pawang tersebut mengasapi sang penari seblang dengan dupa sambil mengucap mantra agar roh leluhur masuk ke dalam tubuh sang masuknya roh diawali gending loginto yang dipercaya oleh masyarakat sebagai pemanggil arwah atau suatu kekuatan halus untuk datang ke ritual seblang lalu dilanjutkan dengan 28 lantunan lagu atau gending yang dibawakan oleh sinden dan penabuh musik yang masih mempunyai darah seblang dari penari-penari seblang sebelumnya roh yang sudah masuk dalam tubuh penari dapat dilihat dengan menggoyangkan tubuh penari dan apabila tampah bambu yang digunakan penari jatuh dan badan penari terjungkal ke belakang, itu adalah tanda penari sudah kerasukan roh dan tanda pertunjukan akan dimulai. Penari seblang yang sudah kesurupan tadi mulai menari dengan gerakan tarian yang monoton, mata terpejam dan mengikuti arah sang pawang serta irama gending yang salah satu lagu atau gending spesial yaitu gending "Kembang Darmo" yang dibawakan penari seblang membawa wadah yang berisi bunga bernama Bunga Darmo. Hal inilah yang disebut prosesi gending kembang Dermo atau seberang menjual yang menjadi bagian dari ritual seblang olehsari. Bunga dalam proses ini pawang akan mengeluarkan nampan berisi bunga yang ditancapkan pada sebatang bambu kecil terdiri dari tiga kuntum bunga kemudian bunga tersebut akan diasapi dengan dupa lalu bunga tersebut akan dijual kepada penonton. Kembang Dermo inilah yang dipercaya sebagai tolak bala untuk mengusir pengaruh-pengaruh jahat, bala penyakit, memberi keselamatan dan keberuntungan. Bunga-bunga yang telah dibeli tersebut akan disimpan untuk anak-anak atau diletakkan pada suatu tempat tertentu baik di dalam rumah, di luar rumah, maupun di sawah. Tidak hanya itu, masih ada prosesi yang disebut sebagai prosesi "Tundikan" yang mana penari seblang mengundang tamu atau penonton untuk menarik bersama dan masih dalam kondisi tak sadarkan diri. Penari akan melempar selendangnya ke arah penonton dan yang mengenai selendang tersebut penonton harus maju dan ikut menari bersama penari, jika tidak maka akan dikejar hingga penari yang terkena selendang tersebut mau menari bersama penari seblang. Biasanya para penonton berharap bisa dipilih untuk menari bersama penari seblang karena dipercaya akan mendapat hari ketujuh seblang akan diarak keliling desa yang disebut sebagai "Ider Bumi". Penari akan berjalan beriringan bersama pawang, sinden dan seluruh perangkat menuju 4 penjuru. Penjuru yang dituju adalah situs Mbah Ketut yang dianggap awal berdirinya Desa Olehsari lahan pertahanan, Sumber Tengah dan berakhir di balai desa. Prosesi tersebut mengakhiri ritual proses Tari seblang Olehsari. Lihat Sosbud Selengkapnya
Tari tunggal merupakan tarian yang hanya diperankan oleh satu orang penari. Sedangkan gerakan dasarnya yakni gerakan semua anggota tubuh mulai dari kepala, leher, bahu, lengan tangan, jari-jari tangan, badan, pinggul, sampai kaki. Tari tunggal dikenal karena relatif lebih mudah untuk dipelajari dibandingkan jenis tari berpasangan dan berkelompok karena tidak membutuhkan unsur kekompakan. Penarinya cukup berfokus pada gerakan untuk menciptakan wiraga, wirasa, dan wirama seindah mungkin. Nama tari tunggal juga berasal dari jumlah penarinya sendiri, tapi jumlah penarinya juga kadang berpasangan. Contohnya tari srimpi yang kadang dibasawakan satu orang, dan bisa juga dibawakan dua orang penari. Contoh Tari Tunggal Nusantara Berikut adalah jenis-jenis tarian tunggal yang ada di Nusantara dan penjelasannya, antara lain 1. Tari Kancet Ledo dari Kalimantan Dayak Kenyah2. Tari Gandrung dari Banyuwangi3. Tari Taledhek dari Jawa Timur4. Tari Gambir Anom dari Jawa Tengah5. Tari Cokek dari Betawi6. Tari Batek Baris dari Sumbawa7. Tari Kancet Papatai dari Kalimantan Dayak Kenyah8. Tari Kancet Lasan dari Kalimantan Dayak Kenyah9. Tari Leleng dari Kalimantan Timur10. Tari Hudoq dari Kalimantan11. Tari Persembahan dari Kutai Kartanegara12. Tari Dewa Memanah dari Kutai Kartanegara13. Tari Serimpi dari Jawa Tengah14. Tari Bondan dari Jawa Tengah15. Tari Golek Manis dari Jawa Tengah16. Tari Golek Kenya dari Jawa Tengah17. Tari Merak dari Sunda dan Bali18. Tari Pendet dari Bali19. Tari Gambyong dari Jawa Tengah20. Tari Kecak dari Bali21. Tari Jaipong dari Karawang Jawa Barat22. Tari Legong dari Bali23. Tari Trunajaya dari Bali24. Tari Gatotkaca dari Jawa Tengah25. Tari Panji Semirang dari Bali26. Tari Topeng Klana dari Jawa Barat27. Tari Golek Menak dari Yogyakarta28. Tari Dewi Anjasmara dari Jawa Barat29. Tari Baksa Kembang dari Kalimantan Selatan30. Tari Baris dari Bali 1. Tari Kancet Ledo dari Kalimantan Dayak Kenyah sumber Nama lain dari tari kancet ledo yaitu tari yang pementasannya di atas sebuah gong besar. Busana penari yang dipakai adalah pakaian adat Kalimantan dengan membawa properti berupa bulu burung enggang sembari berdiri di atas gong besar. Biasanya ditarikan oleh seorang gadis karena tema dalam tarian ini tentang kehidupan dan sikap seorang gadis Dayak yang lemah lembut. Walaupun masuk dalam jenis tari tunggal, tari kancet ledo juga kadang dibawakan oleh dua penari. 2. Tari Gandrung dari Banyuwangi sumber Tari gandrung berasal dari Banyuwangi Jawa Timur yang adalah tari tradisional daerah setempat. Dahulu tari gandrung dipentaskan sebagai ungkapan rasa syukur berkast hasil panen yang melimpah, yang ditarikan seorang gadis diiringi tabuhan gamelan serta alat musik lainnya. Kendati Tari Gandrung jadi contoh tari tunggal, tapi dewasa ini juga bisa dipentaskan secara berkelompok. 3. Tari Taledhek dari Jawa Timur sumber Tari taledhek merupakan tarian dari Jawa Timur, dipentaskan oleh seorang penari wanita. Tari yang sudah ada sejak masa kerajaan zaman kuno yang digunakan sebagai pertunjukan keluarga bangsawan atau kerajaan. Hingga saat ini keeksistensian tari taledhek tidak perlu diragukan lagi karena masih dipertunjukkan pada acara-acara tertentu. 4. Tari Gambir Anom dari Jawa Tengah sumber Tari gambir anom yang berasal dari Jawa Tengah menggambarkan kisah petualangan cinta Irawan Putra Arjuna atau Gambir Anom. Melalui gerakan tari layaknya seseorang yang suka berdandan, gerakan sedang mengatur rambut, menata alis, memakai riasan sampai gerakan yang seolah-olah mengatur pakaian. Kemudian ada juga gerakan seperti bercermin, berjalan kesana-kemari seolah sedang bersama pujaan hatinya. 5. Tari Cokek dari Betawi sumber Tarian Betawi memang beragam, salah satunya tari cokek yang sudah ada dari dahulu kala, dengan iringan musik gambang kromo. Tari ini ditarikan oleh laki-laki dan perempuan berfungsi sebagai tarian pendamping tari pergaulan. Dengan ciri khas yang diwarnai dengan kebudayaan Tiongkok, serta penarinya memakai kebaya. Pementasan tari cokek pada awalnya, dimulai dengan para penari yang berbaris bergerak maju mundur mengikuti lantunan musik, kemudian penari akan mengajak para tamu berjoget bersama. Dengan cara melingkarkan selendang atau ngibing sebagai properti dileher tamu, tapi yang didahulukan adalah tamu terhormat. 6. Tari Batek Baris dari Sumbawa sumber Pada awalnya tari baris adalah gabungan antara tari panji dan tari batek yang ada sejak masa penjajahan Belanda. Sayangnya, tidak diketahui dengan pasti siapa pencipta tari batek yang terdiri dari tiga jenis tarian pokok. Yakni tari baris, tari panji, dan tari batek, selanjutnya di kemudian hari ditambahkan lagi tari punakawan. Penari terdiri dari seorang punakawan memakai ikat kepala dan tiga orang mengenakan gelung kepanjen. Tarian ini diiringi seperangkat gamelan, terdiri dari gong/boq-boq, gendang kodeq, redep, suling kajar, kenot dan rincik. 7. Tari Kancet Papatai dari Kalimantan Dayak Kenyah sumber Tari kancet papatai adalah tarian perang yang masih populer dari Kalimantan Timur suku Dayak Kenyah. Tari Dayak satu ini bercerita tentang kisah kepahlawanan suku Dayak Kenyah saat menghadapi musuh-musuhnya. Tak hern bila gerakan yang dipertunjukan cenderung bersemangat, gesit, lincah, ditambah dengan teriakan khas suku Dayak yang mewakili keberanian rakyatnya untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya. Alat musik yang digunakan tarian ini seperti Sape, membuat suasana pertunjukan akan lebih hidup. 8. Tari Kancet Lasan dari Kalimantan Dayak Kenyah sumber Dalam bahasa lokal tarian ini disebut tari kancet lasan yang sangat identik dengan burung enggang rangkok. Burung enggang sangat dimuliakan dan dihormati bagi masyarakat Dayak Kenyah sehingga tercipta lah tarian sebagai gambaran kehidupan sehari-hari burung tersebut. Keseharian burung enggang tergambar dari gerakan dasarnya sehingga konsep pada tarian terbagi tiga kelompok, yaitu ngasai, purak barik dan nganjat. Ngasai merupakan gerakan untuk menggambarkan gaya terbang burung enggang, pura baik yaitu gerakan berpindah tempat dan nganjat merupakan utama serta ciri khas tarian Dayak. 9. Tari Leleng dari Kalimantan Timur sumber Tari leleng berasal dari Kalimantan Timur khususnya dari suku Dayak Kenyah. Tari leleng bercerita tentang seorang gadis cantik bernama Utang Along yang dipaksa menikah oleh orang tuanya. Namun, Utang Along tidak mencintai pemuda yang dijodohkan kepadanya karena ia sudah mempunyai kekasih. Akhirnya ia melarikan diri ke hutan dengan penuh kebimbangan, karena kekasihnya yang pergi dan belum kembali. Ia pun seperti kebingungan dan berputar-putar yang dalam bahasa Dayak Kenyah artinya leleng. Makanya tarian ini diberi nama tari leleng yang juga diiringi dengan nyanyian leleng, berisikan cerita mengenai Utang Along. 10. Tari Hudoq dari Kalimantan sumber Masih dari tanah Borneo tarian ini menceritakan tentang legenda raja Modang yang mempersunting putri raja. Katanya pria tersebut bernama Heleang Hebeung, dan si putri bernama Selau Sen Yeang yang merupakan putri keturunan dewa Apau Lagaan dari pusaran Sungai Mahakam. Mereka dikaruniai anak yang diberi nama Buaq Selo, dan suatu waktu ayahnya melihat tarian di Apau Lagaan sebagai hiburan. Para penari diundang oleh Selau Sen Yeang yang mereka berasal dari dasar sungai, sang suami pun sangat kagum dan antusias dengan tarian tersebut. Kostum yang digunakan juga unik, terbuat dari daun pisang berbentuk rumbai-rumbai, menutupi leher sampai kaki. Penari juga memakai topeng yang menyeramkan menggambarkan karakter burung, babi, buaya, harimau, belut dan sebagainya. 11. Tari Persembahan dari Kutai Kartanegara sumber Dari Kutai Kartanegara ada suatu tarian tradisional yang disebut tari persembahan sebagai tari khusus untuk ritual penyambutan bagi tamu. Dan tari persembahan ini hanya ada di lingkungan Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara. Karena dipentaskan secara khusus dari putri-putri Keraton yang diiringi musik gamelan untuk upacara penyambutan resmi. Untuk jumlah penari tidak ada batasan khusus, sehingga termasuk dalam jenis tari tunggal. 12. Tari Dewa Memanah dari Kutai Kartanegara sumber Tari dewa memanah hanya dipertunjukan saat upacara ritual Bepelas Sultan yang dilaksanakan di Keraton Kutai Kartanegara, oleh sebab itu tarian ini tergolong tarian sakral. Tarian ini punya prinsip khusus yaitu sebagai wadah pembersih, meminta perlindungan, keselamatan, ketentraman bagi masyarakat suku Kutai. Ragam geraknya juga bertujuan agar terusirnya roh-roh jahat, serta sebagai ritual untuk memanggil roh-roh leluhur. Pemanggilan roh leluhur bertujuan agar mereka dapat mengikuti ritual yang ada serta dipercaya bisa memberikan keselamatan bagi Sultan dan rakyat suku Kutai. Kostum yang digunakan penari berwarna kuning melambangkan keanggunan serta properti yang digunakan juga menyimbolkan kekuatan untuk melawan roh-roh jahat. Bagi suku Kutai, tari dewa memanah nilai-nilai kekeluargaan dan tanggung jawab masyarakat, hubungan manusia dan alam lingkungan, cerminan kehidupan sosial masyarakat seperti sikap saling hormat pada nilai-nilai kehidupan yang diajarkan leluhur, dan hubungan manusia dengan roh-roh leluhur. 13. Tari Serimpi dari Jawa Tengah sumber Tari serimpi juga termasuk dalam jenis tarian klasik karena kepopulerannya di Keraton Kasultanan Mataram sebab dianggap sebagai tarian sakral. Tari serimpi hanya dipentaskan saat prosesi pengangkatan sultan menuju tahtanya. Pada awalnya tarian ini hanya ditarikan oleh satu orang. Seiring perkembangan zaman kini kita sudah bisa mendapat penari yang membawakan tiga orang. Kelemah lembutan wanita Jawa sangat terpancar dari gerakan tari serimpi lengkap dengan selendang panjang berfungsi sebagai propertinya. 14. Tari Bondan dari Jawa Tengah sumber ; Dari Surakarta, Jawa Tengah ada tari tunggal bernama tari bondan. Yang merupakan tarian rakyat berkisah tentang bagaimana kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, serta tema sejarah yang diusung menjadikan tarian ini menjadi tari wajib untuk kembang desa. Keunikan dari tarian ini mewakili perjuangan, perasaan, keadaan dan sikap seorang ibu. Terdapat tiga jenis tarian yaitu, Bondhan Pegunungan, Bondhan Cindigo, dan Bondhan Mardisiwi. Tari bondhan pegunungan berkisah tentang sikap seorang wanita desa. Tari bondhan cindigo lebih ke nuansa sedih sebab berkisah tentang ibu yang anaknya pergi selepas melahirkan. Dan tari bondhan mardisiwi mlambangkan suka cita ibu menyambut kelahiran putranya. 15. Tari Golek Manis dari Jawa Tengah sumber Di Jawa Tengah terdapat tari penyambutan bernama tari golek manis. Golek berarti beragam, sedangkan sebagai kata kerja akan berarti mencari, tapi bila dalam kata benda berarti boneka kayu. Jadi tari golek mempunya filosofi mengajarkan manusia untuk mencari atau nggoleki tuntunan arti, makna, petuah dari persembahan tarian yang dipertunjukkan. Hal tersebut begitu terpancar dengan jelas dari gerakan dasarnya seperti gerakan perempuan bersolek atau berdandan memakai bedak dan lain-lain. Namun, bukan berarti wanita kerjaannya hanya berdandan terus tapi bagaimana seorang perempuan menemukan jati dirinya. 16. Tari Golek Kenya dari Jawa Tengah sumber Pada tahun 1976 tari golek kenyo pertama kali disusun oleh KRT Sasmintadipura yang merupakan tarian klasik gaya Yogyakarta. Tarian ini dibawakan seorang remaja putri dengan kisaran usia 10-15 tahun dengan variasi gerakan, koreografi dan pola lantai simetris yang tidak terlalu gerak. Dengan iringan gending tapi hanay memakai bentuk gending ladrang irama I dan II. Tarian ini berfungsi sebagai sarana pembentukan kepribadian anak, ke masa-masa remaja saat keingintahuan lebih mendominasi aktivitasnya, sehingga terbentuk budi pekerti dan tangkah laku. 17. Tari Merak dari Sunda dan Bali sumber Dari Sunda ada tarian merak yang menggambarkan gerakan indah dan elegan dari burung merak jantan dan betina yang sedang kasmaran. Penari Sunda akan memakai selendang layaknya ekor burung merak dengan berwarna-warni serta mahkota di kepala bermotifkan burung merak. Tari merak di Sunda berasal dari Pasundan Jawa Barat, telah ada sejak tahun 1950 diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri dan Dra. Irawati Durban Arjon yang adalah seniman terkenal. Sedangkan dari Bali ada tari merak angelo yang diciptakan oleh I Ketut Rena Tarian ini mengisahkan kebangaan merak jantan sedang memamerkan keindahan ekor panjangnya yang warna-warni sambil meliuk-liuk badannya menarik perhatian merak betina. Terpancar dari gerakan penari yang akan awalnya seakan mematuk penonton lalu seolah memainkan ekor indahnya dengan membelakangi penonton. 18. Tari Pendet dari Bali sumber Tari pendet diciptakan oleh seniman I Wayan Rindi yang merupakan tari tradisional asal Bali. Saat ini tarian ini bisa dipentaskan oleh tiga orang penari, tapi dahulu hanya boleh satu orang yang membawakannya. Tari ini termasuk jenis tarian penyambutan tamu terhormat dan sudah sangat terkenal hingga mancanegara karen dikenal dengan mimic wajah penarinya serta sorotan mata tajamnya membangkitkan nuasa anggun. 19. Tari Gambyong dari Jawa Tengah sumber Tari gambyong adalah jenis tari pengembang dari tari tayup yang adalah tarian tradisional dari Jawa Tengah. Menurut sejarahnya nama tari ini diambil seorang penari tledek bernama Gambyong. Gambyong terkenal karena kecantikan, suara merdunya dan gerakan gemulainya saat sedang menari. Gambyong kemudian mengadakan pertunjukan tari di Keraton Surakarta atas permintaan Sinuhun Paku Buwono IV. Tarian yang dibawakan pun terkenal sejak saat itu dan dinamakan tari Gambyong. 20. Tari Kecak dari Bali sumber Tari kecak berkisah mengenai Pewayangan Ramayana yang dipentaskan dalam ragam geraknya. Wayan Limbak dan Walter Spies seorang pelukis dari Jerman menciptakan tari ini pada tahun 1930. Karena terinspirasi dari bagian-bagian cerita Ramayana dan ritual sanghyang. Ritual yang penarinya tidak sadar dan konon berkomunikasi dengan roh para leluhur atau Tuhan dengan menyuarakan harapan rakyat. Nama tari kecak berasal dari kata “cak…cak….cak” yang diteriakan anggota saat di sekeliling para penari. 21. Tari Jaipong dari Karawang Jawa Barat sumber Tari Jaipong jadi salah satu tarian khas Jawa Barat khususnya daerah Karawang yang sangat populer di masyarakat. Ragam gerakannya mempunyai ciri khas tersendiri karen semi erotis dengan iringan tabuhan gendang. Sebagai alternatif hiburan rakyat tari jaipong sangat terkenal dari tahun 80-an hingga saat ini. Tari ini ditarikan oleh seorang sinden perempuan dan sampai saat ini jarang sekali dipentaskan secara berkelompok. 22. Tari Legong dari Bali sumber Tari legong dipentaskan oleh seorang wanita yang menggunakan busana Bali berwarna cerah kuning keemasan lengkap dengan hiasan kepala. Diiringi dengan alunan musik yang bersemangat dan racak berasal dari gamelan Bali. Pada abad ke-19, Tari legong mulai berkembang di keraton Bali yang berawal dari pangeran Sukowati sedang sakit tapi bermimpi melihat dua gadis menari dengan gemulai. Penari legong yang baku dibawakan oleh dua orang gadis yang belum menstruasi, ditarikan di bawah sinar bulan purnama di halaman keraton. 23. Tari Trunajaya dari Bali sumber / Tari ini menggambarkan prajurit yang akan berangkat ke medan perang oleh sebab itu penarinya seorang pria. Penari akan memakai celana putih dengan aksen berwarna merah di tepinya menyimbolkan keberanian dan kegagahan. Sehingga busana yang digunakan mencirikan penarinya secara visual jadi tari baris. Mereka akan berjajar secara vertikal memakai mahkota segitiga dari kulit kerang. 24. Tari Gatotkaca dari Jawa Tengah sumber Tarian ini berasal dari Jawa Tengah yang ditarikan seorang pria. Tari ini mengisahkan Raden Gatotkaca putra Sang Bima, yang adalah tokoh pewayangan sakti mandraguna dan bisa erbang dari Pandawa. Penari mengenakan baju berwarna hitam, kain batik, properti sayap seolah penari bisa terbang. 25. Tari Panji Semirang dari Bali sumber Tari panji diciptakan oleh I Nyoman Kaler pada tahun 1942 yang menceritakan pengembaraan Galuh Candrakirana. Ia adalah seorang wanita tapi menyamar sebagai pria bertujuan mencari kekasihnya Raden Panji Inu Kertapati. Pada awalnya tarian dipentaskan penari putri bernama Luh Cawan. Namun, sekarang di bawakan oleh pria dan wanita dengan iringan musik bertempo cepat. Busana yang digunakan terkesan rumit dengan menggunakan properti tambahan kipas, gelungan, gelang kanah, penutup dada, ampok-ampok, serta bunga merah dan putih dan lain sebagainya. 26. Tari Topeng Klana dari Jawa Barat sumber Tari topeng lahir dan berkembang di wilayah Cirebon Jawa Barat dan dimainkan oleh penari yang menggunakan topeng atau kedok sebagai aksesori yang khas. Nama lain tarian ini yaitu tari Romana yang mengacu pada tokoh cerita Ramayana bernama Rahmana. Topeng klana mengisahkan tentang seseorang dengan tabiat buruk, penuh amarah, serakah, dan tidak bisa menahan hawa nafsunya, dilihat dari warna merah menandai kedoknya. Ragam geraknya ditarikan oleh seseorang dengan ekspresi marah, gandrung, mabuk, tertawa terbahak-bahak dan ekspresi lain. Dengan lagu pengiring yaitu Gonjing dan Sarung Ilang. 27. Tari Golek Menak dari Yogyakarta sumber Tari golek menak diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX 1940-1988. Tarian ini tercipta dari inspirasi pertunjukan Wayang Golek Menak yang dibawakan oleh dalang dari Kedu tahun 1941. Penari menggunakan busana baju beludru lengan panjang untuk bagian atas dan bawahan memakai celana cindhe. Tarian ini bersumber dari Hikayat Amir Hamzah yang disebarkan oleh pedagang Melayu kemudian disebarluaskan. 28. Tari Dewi Anjasmara dari Jawa Barat sumber Tari ini merupakan tari tunggal yang dipentaskan oleh seorang perempuan dengan mengisahkan Anjasmara, tentang Damarwulan dan lawannya Minak Jinggo. Cerita tarian ini sudah ada sejak abad 15, tapi koreografinya dibuat abad ini oleh Raden Tjetje Somantri. Pada tarian ini Dewi Anjasmara digambarkan dengan kecantikan seorang wanita yang akan berkembang karena kesetiaannya pada pasangan. 29. Tari Baksa Kembang dari Kalimantan Selatan sumber Tari baksa kembang merupakan tarian klasik untuk menyambut tamu. Tarian ini ditarikan oleh seorang penari tunggal atau berkelompok tapi dengan jumlah yang wajib ganjil. Biasanya dipentaskan pada lingkungan kerajaan untuk menyambut ke datangan kerabat kerajaan atau tamu Berhormat. Saat pertunjukan penari akan memakai balutan busana khas Tari Baksa Kembang lengkap dengan selendang membuat penari tampil dengan anggun dan mempesona. Serta ciri khas yang dominan dari busana yang digunakan penari akan dipakaikan mahkota indah berhiaskan dua kembang bogam ukuran kecil, anyaman daun kelapa muda yang disebut halilipan. Masyarakat setempat menyebut mahkota tersebut gajah gemuling. Gerakan tarian juga melambangkan putri remaja yang cantik sedang bermain ditaman sembari memetik beberapa bunga lalu dirangkai jadi kembang bogam sambil mereka akan menari dan bernyanyi. Sehingga dalam pertunjukan penari membawa sepasang kembang bogam di tangannya seperti rangkain kembang melati, kantil, mawar dan kenanga yang kemudian di hadiahkan kepada tamu yang datang. 30. Tari Baris dari Bali sumber Tari baris adalah jenis tarian yang pertama kali diajarkan pada hampir semua anak laki-laki di Bali sebelum mereka memasuki usia dewasa. Tarian ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16 pertengahan, yang dulunya dipentaskan saat ritual keagamaan saja. Sekitar abad ke-19, tari baris mengalami perkembangan sehingga muncullah tari baris tunggal, tapi tarian ini termasuk tari non-sakral atau sebagai hiburan rakyat. Fungsi Tarian sumber Tari tunggal memiliki beragam fungsi, yang paling umum sebagai penyalur emosional penari untuk mendeskripsikan perasaan terdalam, yang ditampilkan melalui sekumpulan gerakan indah. Selain itu seseorang juga mendapatkan kepuasan spiritual dimana tarian berfungsi untuk pertunjukan yang didalamnya mengandung unsur norma, pendidikan, nilai atau pesan khusus. Dan pesan yang ingin ditampilkan tergambar dengan jelas dalam berbagai gerakan dan ekspresi yang mendalam dari penarinya. Sebenarnya ada beberapa tari tunggal yang bisa dipentaskan secara berkelompok tapi ada juga yang memang wajib dibawakan satu orang. Dari pembahasan di atas semoga kita sudah bisa mempelajari mengenai semua tari tunggal yang di Bumi Pertiwi.
Latihan Soal Online - Latihan Soal SD - Latihan Soal SMP - Latihan Soal SMA Kategori Semua Soal ★ SD Kelas 4 / Seni Tari - Seni Budaya SD Kelas 4Salah satu tarian dari Bali yang ditampilkan secara tunggal adalah ….A. Tari KecakB. Tari LegongC. Tari PendetD. Tari Barong KerisPilih jawaban kamu A B C D E Kamu menjawab d duh, jawaban kamu salah Latihan Soal SD Kelas 1Latihan Soal SD Kelas 2Latihan Soal SD Kelas 3Latihan Soal SD Kelas 4Latihan Soal SD Kelas 5Latihan Soal SD Kelas 6Latihan Soal SMP Kelas 7Latihan Soal SMP Kelas 8Latihan Soal SMP Kelas 9Latihan Soal SMA Kelas 10Latihan Soal SMA Kelas 11Latihan Soal SMA Kelas 12Preview soal lainnya Ujian Semester 1 Ilmu Pengetahuan Sosial IPS SD / MI Kelas 4 › Lihat soalSikap para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan adalah dengan …. a. Egois b. Berjuang sendiri c. Bersatu padu d. Bercerai-berai Tema 3 PKn SD Kelas 6 › Lihat soalAkibat apabila tidak melaksanakan kewajiban adalah….A. diberi hadiahB. mendapat sanksiC. disanjungD. dihargai Materi Latihan Soal LainnyaUlangan PAI Semester 2 Genap SMP Kelas 8PTS Pengelolaan BKP SMK Kelas 11UTS Semester 1 Ganjil Matematika SD Kelas 4Fungi, Jamur - Biologi SMA Kelas 10PTS 1 Bahasa Inggris SD Kelas 5Tema 5 Subtema 2 SD Kelas 5Upaya Mempertahankan Kemerdekaan RI - IPS SD Kelas 6Asmaul Khusna - PAI SD Kelas 4PTS Tema 1 IPA SD Kelas 5Kuis IPA SD Kelas 3Cara Menggunakan Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Tentang Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.
salah satu tarian tunggal yang dikenal oleh masyarakat bali adalah